Pulang

Ibu cuma bisa beri ini, Nak
(enam lembar puluhan ribu lusuh kuterima)
Di Jakarta jaga dirimu,
dua orang membencimu
lima orang mencintaimu.
Nak, hidup paling indah bila kau punya kampung.
Ibu dan teman-temanmu selalu menanti.
Pulang,
Pulang, Nak
Kapanpun,
bila kau rasa sepi

4 Responses to “Pulang”

  1. Hera says:

    So now I know why u decided to write two and five. What a mother we both have, love and hugs for your loved ones πŸ˜€

  2. admin says:

    hi hera thank u so much, hug for u

  3. Afsya Kemilau says:

    Manis sekali tulisanmu ini Yunda.. Tersepona daku..
    Oya, kalo pesan ini terbaca oleh Yunda sebelum Yunda berangkat ke Ternate tanggal 25 Oktober nanti, tolong bawain satu donk… buku Pulangnya atau Telaga Fatamorgananya (duaduanya juga tak dilarang.. πŸ˜€ hhehe..)

    Harap maklum Yunda, meski memang saya adalah salah satu peserta undangan dalam kegiatan tersebut, tapi, saya akui Yunda telah lebih dulu menekuni dunia sastra ketimbang saya. Saya ingin banyak belajar dari Yunda.

    Salam Kasih, Kemilau, dan Hormat

    Herdoni Syafriansyah

  4. admin says:

    maaf sekali aku baru baca pesan mu sekarang:) wah sayang yah, aku pun diternate hanya sebentar karena sudah banyak urusan menanti dijakarta, padahl ingin sekali lebih lama dan ketemu teman-teman penyair yang kreatif2 dan ramah-ramah itu…nextime yah…trimakasih juga kalau suka dengan tulisan2nya…kalau punya artikel kirim2 dong, biar bisa baca juga hasil karyamu..

    salam kasih dan hormat juga..
    happy salma

Leave a Reply